Kamis, 10 Maret 2011

Menpora Siapkan Kartu Merah buat Nurdin

Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Malaranggeng menegaskan, hanya akan ada satu kongres pemilihan Ketua Umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI). Kongres tersebut akan terlaksana sesuai dengan statuta dari induk organisasi Sepakbola seluruh dunia atau FIFA. Sesuai statuta FIFA, Nurdin Halid tidak dibenarkan ikut mencalonkan diri karena pernah terjerat tindak kriminal.

Kepada wartawan saat ditemui di Istana Negara, Kamis (10/3), Andi pun tidak perduli bila kubu Nurdin Halid dan jajaran PSSI, tetap beranggapan statuta FIFA tidak melarang majunya kembali Nurdin Halid. Pemerintah memastikan akan mengawal jalannya Kongres yang bersih untuk memilih Ketua Umum.

‘’Ya terserahlah orang mau bilang apapun, siapapun mau bicara apa, yang jelas pemerintah pokoknya sesuai aturan baik itu aturan FIFA maupun aturan perundangan yang berlaku di negeri ini, maupun aturan KONI/KOI. Kami akan mengawasi karna tugas pemerintah memang mengawasi, membina, dan mengatur. Kalau ada yang offside, ya disemprit,’’ tegas Andi.

Sindiran Andi soal ‘semprit’ jelas diarahkan untuk mereka yang dinilai tidak mengikuti ketentuan UU, tidak mengakui kewenangan pemerintah dan juga statuta dari FIFA. Andi bahkan menambah sindiran dengan mengatakan, jika memang melakukan pelanggaran telak maka harus siap diberikan kartu kuning dan juga kartu merah.

‘’Yang jelas sekarang harus fokus pada kongresnya. Sudah ada tanggalnya dan dilaksanakan sesuai aturan FIFA yang berbahasa Inggis. Jadi yang asli dan bukan statuta PSSI yang maknanya jauh berbeda,’’ katanya.

Andi meminta kubu Nurdin Halid dan juga PSSI untuk taat pada aturan. Mengenai aturan FIFA, diminta pada mereka untuk tidak mengambil secara utuh dan tidak setengah-setengah.

‘’Jangan yang tidak menguntungkan lalu tidak dipakai. Jadi harus ditaatilah karena aturan FIFA itu juga sama semangatnya dengan UU dan semangat KONI/KOI,’’ kata Andi.
Sementara itu, mengenai sanggahan PSSI yang meragukan pertemuan antara Duta Besar Indonesia untuk Swiss, Djoko Susilo, dengan Presiden FIFA, juga menjadi perhatian Andi. Katanya, meski baru berupa laporan via telepon, waktu akan membuktikan semuanya siapa yang benar.

‘’Kita tunggu Ketua KONI, Bu Rita yang ikut pertemuan. Bagaimana keseluruhan hasil pertemuan. Karena beliau juga bertemu dengan Pak Blatter (Presiden FIFA), begitu juga dengan Pak Djoko (Dubes RI di Swiss). Katanya sih cukup lama bertemu dengan Blatter, sekitar 1 jam,’’ kata Andi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar