Jumat, 04 Februari 2011

Kesepakatan Damai Antar Suporter Dilakukan di Surabaya

Kesepakatan damai pendukung kesebelasan Persik, Arema, Persebaya, Deltras, dan Persela dipastikan digelar di Surabaya. Warga yang bermukim di sekitar jalur kereta api juga dilibatkan untuk menghentikan aksi lempar batu.

Ketua Forum Komunikasi Suporter Persik (FKSP) M Hanif mengatakan, pertemuan tersebut akan dilakukan Rabu, 9 Februari 2011 di Surabaya. Masing-masing suporter diminta mengirimkan delegasi untuk menandatangani kesepakatan damai. “Kami membawa 90 orang,” kata Hanif kepada Tempo, Jumat (4/2).

Didampingi Wali Kota Kediri yang juga Ketua Umum Persik Samsul Ashar dan Kepala Kepolisian Resor Kota Kediri Ajun Komisaris Besar MH Ritonga, suporter Persik akan melibatkan seluruh koordinator wilayah.

Rombongan itu juga akan melibatkan warga di sekitar jalur kereta api yang selama ini kerap terlibat perang batu dengan suporter yang menumpang kereta api. Diharapkan pertemuan itu akan bisa menghentikan permusuhan yang selama ini muncul hingga menimbulkan korban. “Kami ingin menyudahi tawuran,” ujar Hanif.

Dia menegaskan suporter Persik selama ini tidak pernah memiliki permusuhan dengan suporter manapun. Ini terbukti dengan tidak adanya konflik saat pendukung tim Macan Putih itu bertemu dengan Bonek maupun Aremania.

Jika nantinya kesepakatan damai itu terealisasi, Hanif akan bertanggung jawab terhadap 10.000 suporter Persik untuk menghentikan kekacauan. Bahkan FKSP akan memberikan sanksi kepada anggotanya yang terpergok melanggar kesepakatan damai.

Hanif juga berencana mengajak sejumlah perwakilan Aremania untuk bersilaturahmi kepada warga di sekitar jalur kereta api. Sebab permusuhan yang terjadi antara suporter Persik dan Arema kerap dipicu perang batu ketika kereta api yang membawa Aremania melintas di Kediri. “Warga banyak yang jadi korban,” ucap Hanif.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Kediri Ajun Komisaris Didit Prihantoro berharap kesepakatan damai itu akan menekan tingkat permusuhan. Selama ini konflik yang terjadi akibat banyaknya kesalahpahaman antar suporter. “Kami tak melihat fanatisme berlebihan di sini,” tuturnya. 

InfoLigaIndonesia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar