wisata kereta api di Indonesia memang belum banyak diminati seperti di negara lain, karena selama ini alat transportasi massal yang umumnya terdiri dari lokomotif dab gerbong hanya digunakan sebagai alat transportasi untuk mencapai sejumlah tempat tujuan.

Padahal, banyak potensi wisata yang didapat selama perjalanan dengan menggunakan kereta api, misalnya, jalur yang bernilai historis dan memiliki pemandangan indah, sehingga potensial sebagai daya tarik untuk wisatawan domestik dan mancanegara.

PT Kereta Api (Persero) di sejumlah daerah operasi (Daop) memberikan pelayanan kereta khusus untuk menunjang pariwisata di daerah setempat, seperti PT KA Daop IX Jember yang melayani kereta wisata dengan jalur Kalibaru (Kabupaten Banyuwangi) - Garahan (Kabupaten Jember).

"Awalnya kami merintis kereta wisata Argo Raung sejak tahun 1995 dengan jalur Kalibaru-Garahan yang memiliki daya tarik tersendiri dalam perjalanan," tutur Humas Daop IX Jember, Burhani Sulthon.

Menurut dia, Daop Jember pernah bekerja sama dengan pengelola Hotel Margo Utomo dan Kalibaru Cottage di Kabupaten Banyuwangi melalui penawaran paket wisata "one day tour" dengan kereta Argo Raung kepada tamu yang berkunjung di dua hotel tersebut.

"Sebelum tragedi Bom Bali tahun 2002, kereta wisata Argo Raung banyak diminati oleh turis asing yang berasal dari Belanda, melalui paket wisata yang ditawarkan oleh Margo Utomo dan Kalibaru Cottage," paparnya.

Setelah tragedi maut di Pulau Dewata itu, lanjut dia, wisatawan yang berkunjung ke Pulau Bali menurun, termasuk jumlah wisatawan yang menikmati paket wisata dengan menggunakan kereta Argo Raung yang dikelola oleh Daop Jember.

"Kami berusaha membangkitkan kereta wisata Argo Raung untuk beroperasi kembali selama dua tahun terakhir, agar wisatawan domestik dan mancanegara tertarik lagi untuk menikmati perjalanan wisata sepanjang Kalibaru-Garahan," tuturnya, optimistis.

Untuk itu, lanjut dia, pihak KA Daop IX mengelola sendiri perjalanan wisata sepanjang Kalibaru-Garahan, sehingga tidak ada jadwal tetap untuk kereta wisata Argo Raung tersebut.

"Kalau ada wisatawan yang ingin naik kereta wisata itu, bisa langsung menghubungi kantor Daop IX di Jember atau melalui sejumlah stasiun di sepanjang wilayah Daop Jember, Pasuruan-Banyuwangi," terangnya.

Tarif untuk sekali perjalanan Kalibaru-Garahan sepanjang 17,5 kilometer dengan menggunakan kereta wisata Argo Raung sebesar Rp500 ribu. Apabila ada wisatawan yang ingin menikmati kereta wisata dari Stasiun Jember-Kalibaru, pihaknya siap melayani dengan tarif dua kali lipat yakni Rp1 juta.

Peninggalan Belanda

Burhani mengakui bahwa kereta wisata yang berkapasitas delapan penumpang itu lebih banyak diminati para turis asing, terutama dari Belanda karena sepanjang perjalanan terdapat lokasi dan bangunan peninggalan nenek moyang mereka.

Jalur yang dilewati kereta wisata Argo Raung cukup beragam yakni perkebunan kopi dengan pabrik pengolahannya milik PTPTN XII, dua terowongan, dan tujuh jembatan yang dibangun pada zaman penjajahan Belanda.

Dua terowongan yang menjadi jalur utama kereta api Jember- Banyuwangi yang berada di Mrawan dan Garahan cukup menarik minat wisatawan untuk melihat lebih dekat salah satu terowongan kereta api terpanjang di Indonesia.

"Ada dua terowongan yang akan dilalui kereta wisata Argo Raung yakni terowongan di Garahan dengan panjang 90 meter dan terowongan Mrawan sepanjang 790 meter," paparnya.

Terowongan yang memisahkan dua kabupaten Jember dan Banyuwangi tersebut (Mrawan) dibangun sekitar tahun 1910 oleh pemerintah Belanda, sedangkan terowongan di Garahan dibuat pada tahun 1923.

"Meski sudah berumur 101 tahun dan 88 tahun, kedua terowongan itu aman dilalui kereta api karena satu-satunya jalur KA yang menghubungkan Jember-Banyuwangi," jelasnya.

Bisa dibayangkan bagaimana serunya naik kereta berkapasitas delapan orang yang melewati terowongan sepanjang 790 meter yang cukup gelap, namun penumpang tidak perlu khawatir karena lampu sorot kereta cukup terang untuk menerangi terowongan yang gelap gulita.

Adrenalin penumpang kereta wisata tidak hanya diuji pada saat melewati terowongan, namun satu dari tujuh jembatan sepanjang Kalibaru-Garahan memiliki ketinggian 43 meter dengan panjang 178 meter.

"Penumpang yang memiliki phobia atau takut ketinggian tentu tidak akan melihat ke bawah pada saat kereta wisata melewati jembatan yang memiliki ketinggian 43 meter itu," jelasnya dengan senyum.

Kendati melewati dua terowongan dan tujuh jembatan, lanjut dia, perjalanan kereta wisata Argo Raung juga menyuguhkan keindahan alam yang cukup memukau dengan sejumlah perbukitan yang hijau dan lereng kawasan Gumitir.

Perjalanan wisata Kalibaru-Garahan akan ditempuh sekitar 1,5 jam, namun wisatawan dapat berhenti di sejumlah lokasi yang diinginkan oleh para wisatawan untuk berfoto bersama.

"Naik kereta wisata Kalibaru-Garahan cukup seru dan menegangkan karena melalui salah satu terowongan terpanjang di Indonesia dan jembatan yang tingginya 43 meter," tutur salah seorang warga Jember, Wulan Kusuma, usai naik kereta wisata Argo Raung.

Saat berada di atas jembatan setinggi 43 meter, lanjut dia, terasa menegangkan dan tidak berani bergerak banyak karena kereta yang berukuran kecil meluncur dengan cukup pelan yang membuat hati penumpang deg-degan.

"Adrenalin penumpang kereta wisata diuji di dalam terowongan dan jembatan, namun secara keseluruhan perjalanan selama 1,5 jam cukup mengasyikkan dan seru," ucap perempuan berjilbab itu dengan semangat.

Menurut dia, pemandangan hijau di sepanjang jalur Kalibaru-Garahan cukup memukau ditambah udara segar bebas polusi sangat memanjakan penumpang kereta wisata Argo Raung untuk menikmati wisata alam.

"Kami juga bisa menikmati nasi pecel Garahan yang terkenal uenak dan murah meriah usai naik kereta wisata di Stasiun Garahan, sehingga perjalanan wisata cukup menyenangkan," katanya menambahkan.

Nah, bagi anda yang ingin menikmati liburan bersama keluarga tidak ada salahnya untuk mencoba naik kereta wisata Argo Raung dengan jalur Kalibaru-Garahan, pasti dijamin seru dan mengasyikkan selama perjalanan.