Sebanyak 84 pemilik hak suara dari pengurus PSSI dan klub sepakbola anggota PSSI berencana menggelar Kongres PSSI di Solo, pada 19 April mendatang. Hal ini ditegaskan oleh pentolan Komite Penyelamatan Persepakbolaan Nasional (KPPN) yang juga Ketua Umum PSM Makassar, Ilham Arif Sirajuddin.
Menurut Ilham, yang ditemui di kantornya, jalan Ahmad Yani, Makassar (2/2/2011), meski belum ditetapkan waktu dan tempatnya, para penggagas KPPN bermaksud melakukan 'Revolusi PSSI' dengan semangat mengulang sejarah lahirnya PSSI di Solo, pada 19 April 1930 oleh Soeratin Sosrosoegondo.
"Kongres ini merupakan akumulasi dari keinginan pemilik klub dan organisasi PSSI yang menghendaki penggantian ketua umumnya, untuk menyelamatkan persepakbolaan tanah air yang terpuruk di tangan Nurdin," pungkas pria yang biasa disapa Pak Aco ini.
Pak Aco membantah tudingan para pendukung Nurdin yang menyebut 84 pemilik Hak Suara di PSSI ilegal. Ia mengakui, dukungan dari 84 pemilik hak suara dari ketua pengurus PSSI dan ketua klub sepakbola anggota PSSI disertai stempel organisasi masing-masing.
"Tidak mungkinlah ilegal, semua suara ini sah dan tidak menginginkan Nurdin lagi menjadi ketua umum periode ketiganya ini," tutur Walikota Makassar ini.
Para penggagas Kongres PSSI yang mengeliminasi Nurdin Halid ini berangkat dari kesadaran akan fakta-fakta yang mereka saksikan sendiri. Para peserta pertemuan yang dilaksanakan selama 2 hari di Jakarta, Senin-Selasa kemarin.
Mereka kemudian mengangkat dua kandidat yang sebelumnya dianulir oleh Komite Pemilihan Ketua Umum PSSI, yakni George Toisutta dan Arifin Panigoro sebagai Presidium KPPN.
Menurut Ilham, yang ditemui di kantornya, jalan Ahmad Yani, Makassar (2/2/2011), meski belum ditetapkan waktu dan tempatnya, para penggagas KPPN bermaksud melakukan 'Revolusi PSSI' dengan semangat mengulang sejarah lahirnya PSSI di Solo, pada 19 April 1930 oleh Soeratin Sosrosoegondo.
"Kongres ini merupakan akumulasi dari keinginan pemilik klub dan organisasi PSSI yang menghendaki penggantian ketua umumnya, untuk menyelamatkan persepakbolaan tanah air yang terpuruk di tangan Nurdin," pungkas pria yang biasa disapa Pak Aco ini.
Pak Aco membantah tudingan para pendukung Nurdin yang menyebut 84 pemilik Hak Suara di PSSI ilegal. Ia mengakui, dukungan dari 84 pemilik hak suara dari ketua pengurus PSSI dan ketua klub sepakbola anggota PSSI disertai stempel organisasi masing-masing.
"Tidak mungkinlah ilegal, semua suara ini sah dan tidak menginginkan Nurdin lagi menjadi ketua umum periode ketiganya ini," tutur Walikota Makassar ini.
Para penggagas Kongres PSSI yang mengeliminasi Nurdin Halid ini berangkat dari kesadaran akan fakta-fakta yang mereka saksikan sendiri. Para peserta pertemuan yang dilaksanakan selama 2 hari di Jakarta, Senin-Selasa kemarin.
Mereka kemudian mengangkat dua kandidat yang sebelumnya dianulir oleh Komite Pemilihan Ketua Umum PSSI, yakni George Toisutta dan Arifin Panigoro sebagai Presidium KPPN.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar