Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi menegaskan, konflik yang terjadi antara pemerintah dengan PSSI tidak akan mengganggu koalisi di pemerintahan. Menurutnya, itu tidak hubungannya sama sekali. "Ah tidak (mengganggu). Apa hubungannya dengan koalisi? Baru dengar tuh," kata Sudi di kompleks Istana Presiden, Jakarta, Rabu (30/3).
Setelah Menteri Pemuda dan Olah Raga Andi Mallarangeng menegaskan pemerintah tidak lagi mengakui kepengurusan Nurdin Halid Cs di PSSI, potensi keretakan koalisi memang besar. Nurdin merupakan salah satu ketua DPP Partai Golkar. Ia juga sahabat kental Wakil Ketua Umum PSSI Nirwan Dermawan Bakrie yang juga adik kandung Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie.
Adapun Andi Mallarangeng merupakan Sekretaris Dewan Pembina Partai Demokrat. Berdasarkan informasi yang diterima Media Indonesia dari orang dalam PSSI, Nirwan memberikan dukungan penuh kepada Nurdin untuk melawan keputusan Menpora, termasuk mengajukan gugatan hukum.
Puncak konflik antara pemerintah dan PSSI terjadi setelah Menpora mengumumkan tidak lagi mengakui kepengurusan Nurdin Halid, Senin (28/3). Nurdin dinilai gagal menyelenggarakan kongres pemilihan Komite Pemilihan dan Komite Banding Calon Ketua Umum PSSI periode 2011-2015 di Pekanbaru, Riau, Sabtu (26/3). Padahal, kongres tersebut merupakan amanat FIFA dan juga keinginan para pemilik suara demi perbaikan sepak bola Indonesia.
Meski sudah tidak diakui, Nurdin tetap melawan dan menganggap dirinya tetap sah sebagai ketua umum PSSI. Ia bahkan meminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mencopot Menpora karena dianggap tidak cakap sebagai pejabat negara. Menanggapi hal ini, Mensesneg Sudi Silalahi mengatakan pernyataan Nurdin merupakan sesuatu yang wajar.
"Saya kira itu hak setiap orang untuk berbicara," kata Sudi sambil tertawa. "Tapi, kinerja Menpora sejauh ini bagus," ujarnya.
Sudi menambahkan, pemerintah satu suara dengan kebijakan yang ditempuh Menpora terkait krisis kepemimpinan di tubuh PSSI. "Karena itu sudah kebijakan pemerintah, harus kita konsekuen melaksanakannya. Siapa yang melanjutkan otoritas untuk melanjutkan program-program PSSI tentu atas rekomendasi Kementerian Pemuda dan Olah Raga. Dan, akan kita rekomendasikan juga," ujarnya
Setelah Menteri Pemuda dan Olah Raga Andi Mallarangeng menegaskan pemerintah tidak lagi mengakui kepengurusan Nurdin Halid Cs di PSSI, potensi keretakan koalisi memang besar. Nurdin merupakan salah satu ketua DPP Partai Golkar. Ia juga sahabat kental Wakil Ketua Umum PSSI Nirwan Dermawan Bakrie yang juga adik kandung Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie.
Adapun Andi Mallarangeng merupakan Sekretaris Dewan Pembina Partai Demokrat. Berdasarkan informasi yang diterima Media Indonesia dari orang dalam PSSI, Nirwan memberikan dukungan penuh kepada Nurdin untuk melawan keputusan Menpora, termasuk mengajukan gugatan hukum.
Puncak konflik antara pemerintah dan PSSI terjadi setelah Menpora mengumumkan tidak lagi mengakui kepengurusan Nurdin Halid, Senin (28/3). Nurdin dinilai gagal menyelenggarakan kongres pemilihan Komite Pemilihan dan Komite Banding Calon Ketua Umum PSSI periode 2011-2015 di Pekanbaru, Riau, Sabtu (26/3). Padahal, kongres tersebut merupakan amanat FIFA dan juga keinginan para pemilik suara demi perbaikan sepak bola Indonesia.
Meski sudah tidak diakui, Nurdin tetap melawan dan menganggap dirinya tetap sah sebagai ketua umum PSSI. Ia bahkan meminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mencopot Menpora karena dianggap tidak cakap sebagai pejabat negara. Menanggapi hal ini, Mensesneg Sudi Silalahi mengatakan pernyataan Nurdin merupakan sesuatu yang wajar.
"Saya kira itu hak setiap orang untuk berbicara," kata Sudi sambil tertawa. "Tapi, kinerja Menpora sejauh ini bagus," ujarnya.
Sudi menambahkan, pemerintah satu suara dengan kebijakan yang ditempuh Menpora terkait krisis kepemimpinan di tubuh PSSI. "Karena itu sudah kebijakan pemerintah, harus kita konsekuen melaksanakannya. Siapa yang melanjutkan otoritas untuk melanjutkan program-program PSSI tentu atas rekomendasi Kementerian Pemuda dan Olah Raga. Dan, akan kita rekomendasikan juga," ujarnya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar