Solo - Ratusan suporter dari berbagai daerah yang datang ke Solo rupanya tidak terlalu menghiraukan siapapun nantinya yang akan memimpin PSSI. Di saat penghitungan suara, mereka memilih berteduh di bawah tenda atau duduk-duduk di pinggiran jalan.
Berkumpul di Lapangan Sewu, Solo, Sabtu (9/7/2011) siang, mereka lebih memilih duduk-duduk di bawah tenda, di bawah pepohonan atau di pinggiran pekarangan rumah warga di sekitar lapangan. Mereka menghindari sengatan matahari yang sangat terik di Solo pada siang ini.
Ada hiburan lagu-lagu yang sengaja ditampilkan oleh tuan rumah, Pasoepati, namun terlihat para suporter tidak seberapa bergairah untuk mengikutinya. Lagu-lagu yang dibawakan para suporter Pasoepati, tidak mendapat respon dari suporter lain yang berasal dari Surabaya, Semarang, Bandung dan lain-lainnya.
Sebagian besar mereka berkerumun untuk mengobrol sembari membawa plastik berisi minuman dingin atau sembari makan. Tidak ada satupun kerumunan massa yang menyaksikan siaran televisi yang menyiarkan secara langsung jalannya pungutan suara pemilihan ketua umum PSSI.
Sedangkan di Stadion Manahan, puluhan orang dari Pasoepati terlihat menyaksikan pesawat televisi ukuran sedang yang dipasang di depan pintu utama masuk stadion. Namun dari dialek bahasa dan atribut yang mereka pakai, terlihat mereka yang berkumpul adalah massa dari Pasoepati Solo.
Sedangkan di beberapa sudut stadion memang terlihat massa yang berkumpul dalam jumlah kecil untuk menikmati makan siang sembari berteduh di bawah pepohanan stadion
Berkumpul di Lapangan Sewu, Solo, Sabtu (9/7/2011) siang, mereka lebih memilih duduk-duduk di bawah tenda, di bawah pepohonan atau di pinggiran pekarangan rumah warga di sekitar lapangan. Mereka menghindari sengatan matahari yang sangat terik di Solo pada siang ini.
Ada hiburan lagu-lagu yang sengaja ditampilkan oleh tuan rumah, Pasoepati, namun terlihat para suporter tidak seberapa bergairah untuk mengikutinya. Lagu-lagu yang dibawakan para suporter Pasoepati, tidak mendapat respon dari suporter lain yang berasal dari Surabaya, Semarang, Bandung dan lain-lainnya.
Sebagian besar mereka berkerumun untuk mengobrol sembari membawa plastik berisi minuman dingin atau sembari makan. Tidak ada satupun kerumunan massa yang menyaksikan siaran televisi yang menyiarkan secara langsung jalannya pungutan suara pemilihan ketua umum PSSI.
Sedangkan di Stadion Manahan, puluhan orang dari Pasoepati terlihat menyaksikan pesawat televisi ukuran sedang yang dipasang di depan pintu utama masuk stadion. Namun dari dialek bahasa dan atribut yang mereka pakai, terlihat mereka yang berkumpul adalah massa dari Pasoepati Solo.
Sedangkan di beberapa sudut stadion memang terlihat massa yang berkumpul dalam jumlah kecil untuk menikmati makan siang sembari berteduh di bawah pepohanan stadion

Tidak ada komentar:
Posting Komentar