Rabu, 12 Oktober 2011

DINKES Banyuwangi Memberian Imunisasi Anti Difteri

Banyuwangi - Untuk menanggulangi beredarnya penyakit difteri di Banyuwangi, Dinas Kesehatan kabupaten Banyuwangi, melakukan pencegaahan dengan menggalakkan program Positive Response Immunisation, yaitu pencegahan dengan memberikan imunisasi menyeluruh kepada balita dan anak. Kabid Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit, pada Dinas Kesehatan Banyuwangi, Indah Sri Lestari, mengatakan, kegiatan pencegahan penularan penyakit difteri ini, dilakukan serentak di 24 kecamatan di Banyuwangi , sejak (10-11/10/2011).

Menurut Indah, pemberian imunisasi anti difteri ini, dilakukan oleh seluruh puskesmas di Banyuwangi, dengan mndatangi sekolah - sekolah SD maupun MI, bahkan mendatangi rumah - rumah penduduk yang memiliki balita, serta melakukan imunisasi TBHTD di posyandu, untuk anak usia 1 – 3.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan, untuk penderita difteri di Banyuwangi pada 2011 sebanyak 10 orang, namun pada 2011 ini mengalami penurunan, dan hanya tinggal 2 penderita saja.

Indah Sri Lestari, berharap, kerja sama dan peran aktif dari masyarakat, terutama yang memiliki balita dan anak, untuk mendatangi puskesmas terdekat, guna melakukan imunisasi anti difteri, dalam rangka melakukan pencegahan penularan penyakit difteri di Banyuwangi. ” Seluruh nurid SD MI sudah kita beri imunisasi, diftri ini penularannya begitu cepat, langkah antisipasinya ya harus imunisasi ”, tuturnya.

Indah Sri Lestari, menambahkan, penyakit difteri adalah infeksi akut pada saluran pernafasan bagian atas, yang disebabkan oleh bakteri corny bacterium dipteria, dan bagian tubuh yang diserang adalah tosil, faring, hingga laring, yang bisa mengakibatkan kematian.

Penyakit difteri sendiri kebanyakan menyerang pada anak anak, dan dapat menular secara langsung, apabila melakukan kontak dengan penderita, saat berbicara maupun sewaktu penderita bersin.
Gejala penyakit difteri  adalah, terjadi batuk dan pilek ringan, demam hingga suhu badan 38 derajat celcius, pembengkakan pada tenggorokan, adanya pembentukan selaput di tenggorokan yang berwarna putih keabu - abuan kotor, serta terjadi kaku leher. Bedasarkan data pada Dinas Kesehatan, pendeita difteri pada 2007 ada 2 penderita, 1 meninggal dunia, pada 2008, ada 5 penderita, 1 meninggal dunia, pada 2009, ada 5 penderita, pada 2010, ada 10 penderita, dan pada Januari - September 2011, ada 2 penderita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar