Teror anjing jadi-jadian yang terjadi di Dusun Kampung Baru Desa Jajag, Banyuwangi, memantik reaksi dari Dinas Peternakan (Disnak) Banyuwangi. Dinas menyebut anjing yang meneror warga adalah anjing kelaparan.
Pernyataan itu disampaikan Kepala Bidang Peternakan, Dinas Peternakan Banyuwangi, drh Bambang Sugianto. Menurutnya, fenomena itu tidak hanya ada di Banyuwangi. Di daerah lain juga pernah terjadi hal serupa.
"Tidak ada anjing jadi-jadian. Yang ada anjing kelaparan yang berkeliaran," jelas Sugianto kepada wartawan di sela-sela sidak hewan kurban ke sejumlah pedagang di Jalan Kepiting, Banyuwangi, Selasa (1/11/2011).
Dijelaskan oleh dia, anjing lebih tertarik pada binatang yang memiliki warna mencolok. Terlebih bila berburu di malam hari. Semisal kasus serupa yang pernah terjadi di Desa Mangir Kecamatan Rogojampi beberapa waktu lalu. Saat itu hanya kambing berwarna putih yang dimangsa.
"Kambing putih warnanya mencolok, anjing lebih suka dengan yang begitu," lanjutnya.
Namun warga tidak mempercayai imbauan Kadisnak Banyuwangi. Pasalnya, anjing itu memangsa ayam kampung warga Dusun Kampung Baru Desa Jajag. Semua ayam yang menjadi korban berwarna gelap. Anehnya, anjing hanya menyedot darah dan memakan jeroan.
Sebab itu pula, warga yakin bila yang berkeliaran adalah anjing jadi-jadian. Karena jika benar anjing sesungguhnya, maka ayam akan dimangsa habis tanpa bersisa. Itupun jumlahnya tidak akan banyak dan terus menerus.
"Kami rasa ini praktek ilmu hitam berwujud anjing jadi-jadian untuk pesugihan," kata Marly (43), warga setempat di rumahnya.
wah... saia bru thu ni berita...
BalasHapus